Genchi Genbutsu (Go and See For Yourself)

Hari Rabu kemarin (yes, this is a delayed post for almost 6 months) saya berkesempatan untuk melakukan site-visit sebagai bagian dari proyek interdisplin di fakultas. Ya.. jika dibandingkan dengan teman-teman dari topik lain memang tempatnya tidak terlalu jauh dan juga tak sebagus yang lain toh tempat yang saya kunjungi adalah TPA. Tepatnya adalah TPA Sarimukti yang berlokasi di Cipatat, Kab. Bandung Barat.

Jalanan yang sempit, namun ramai menjadi pemandangan perjalanan. Dan tentunya gunung-gunung kapur yang menjulang tinggi seperti gedung pencakar langit di tengah hutan, penuh dengan debu kapur yang menyelimuti udara di sepanjang perjalanan.

Perjalanan melihat langsung ke lapangan adalah hal yang membukakan mata karena memberikan berbagai insight dan inspirasi yang mungkin tidak akan muncul jika kita tidak merasakan dan melihatnya secara langsung.

Dan untuk perjalanan ini selain menyadari betapa kayanya sebuah fakultas bernama Fakultas Teknologi Industri yang membayarkan makan siang peserta survei lapangan, ada kesadaran tentang suatu fenomena, sampah.

Fenomena sampah adalah suatu yang unik. Bagaimana tidak, kita menganggap sampah adalah sesuatu yang kotor, yang menjijikan, atau minimal sesuatu yang harus diletakkan di sisi terjauh di pojokan rumah untuk kemudian dibuang di luar kota. Namun demikian, saya teringat firman Allah dalam Al Quran:“Allah telah menurunkan air (hujan) dari langit, maka mengalirlah ia (air) di lembah-lembah menurut ukurannya, maka arus itu membawa buih yang mengambang. Dan dari apa (logam) yang mereka lebur dalam api untuk membuat perhiasan atau alat-alat ada (pula) buihnya seperti (buih arus) itu. Demikianlah Allah membuat perumpaan tentang yang benar dan yang batil. Adapun buih, akan hilang sebagai sesuatu yang tidak ada gunanya; tetapi yang bermanfaat bagi manusia, akan tetap ada di bumi. Demikianlah Allah membuat perumpamaan.” (Ar-Ra’d 13)

Yap.  Pertanyaan yang timbul di pikiran saya adalah jika memang sampah adalah hal yang tidak berguna kenapa Allah tidak membuatnya hilang, sesuai dengan firmannya tersebut? Jika ia tetap ada di bumi artinya ia memiliki manfaat. Dan memang, sampah yang selalu ingin kita buang ini di TPA menunjukkan kebermanfaatannya. Pertama, banyak orang yang bergantung pada kehadiran sampah ini. Kita tentu tahu bahwa beberapa jenis sampah seperti plastik dapat dimanfaatkan kembali. Plastik inilah yang menjadi mata pencaharian bagi banyak pemulung di TPA ini. Menurut data yang dimiliki oleh TPA Sarimukti, ada sekitar 400 orang pemulung di tempat ini. Ada puluhan bandar, yang tempatnya berjejer rapi (walaupun kumuh) di dekat gerbang TPA Sarimukti. Itu untuk sampah anorganik. Kedua, Untuk sampah organik, bisa dimanfaatkan lagi untuk dibuat kompos. Ketiga, saat ini sudah memungkinkan untuk mengubah sampah yang ada baik organik maupun anorganik untuk dikonversi menjadi energi menggunakan gasifier. Dari sampah yang ingin dihindari menjadi sumber energi alternatif. That’s what I called “blessing in disguise”.

Sebuah perjalanan dan melihat lapangan secara langsung selalu memberikan gambaran dan pandangan hidup baru mengenai sesuatu. Dari perjalanan ini setidaknya saya mendapatkan pelajaran tambahan bahwa kita tidak cukup melihat sesuatu dari pandangan manusia biasa, terkadang kita perlu menggali lebih dalam dari sesuatu hal bahwa selalu ada hikmah dari kejadian yang diizinkan terjadi oleh Allah di dunia ini. Dan tentu saja saya berharap agar perjalanan ini merupakan perjalanan yang dapat meningkatkan iman saya. Itulah kenapa Allah dalam Al Qur’an menyuruh kita untuk berjalan di muka bumi serta untuk memperhatikan apa yang terjadi (tidak hanya melihatnya).Wallahu’alambishawwab

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s