Catatan Perjalanan

Ini merupakan tulisan sederhana tentang penggalan kehidupan penulis. Semata-mata dibuat untuk menyimpan kenangan serta hikmah dari perjalanan. Alhamdulillah.. Beberapa minggu yang lalu saya berkesempatan untuk bisa pergi ke Bali. Tulisan ini tidak bercerita mengenai betapa indahnya Bali, bukan, tulisan ini bukan tentang itu. Tulisan ini hanya mencoba untuk menangkap makna dari perjalanan tersebut.
Hal menarik dari sebuah perjalanan adalah bagaimana manusia berinteraksi dengan perjalanan itu sendiri. Saya sendiri sejak awal bertekad bahwa perjalanan ini harus berbuah menjadi sebuah makna kehidupan yang berarti bagi saya. Bukan hanya sekedar liburan dan menghabiskan uang.
Hal sederhana yang saya sadari adalah kenyataan bahwa tidak semua orang memiliki kesempatan untuk bisa berlibur. Apalagi berlibur ke Bali. Ada yang memang tidak memiliki dana, tidak memiliki kesehatan, atau tidak memiliki waktu luang. Apalagi untuk berlibur yang dapat memberikan tambahan mengenai pemahaman atas makna kehidupan. Oleh karena itu, pelajaran pertama yang saya dapatkan adalah bahwa bisa berlibur adalah nikmat dari Allah yang tidak boleh disiakan.
Memandangi langit yang cerah menaungi laut yang terhampar luas menjadi bagian yang paling saya senangi selama perjalanan tersebut. Hal itu membuat diri merinding karena seolah disentak oleh Allah melalui kekuasaan-Nya betapa manusia adalah makhluk yang amat kecil kemampuannya. Hembusan angin yang lembut, daratan hijau yang tertutup kabut, pertunjukkan warna jingga di langit saat matahari terbenam memberikan kesan tersendiri. Suatu pengalaman luar biasa yang sederhana tapi begitu membekas di hati. Bukan Bali-nya, tapi bagaimana alam begitu harmonis sehingga mampu menciptakan keindahan tersendiri bagi yang melihatnya. Memberikan kesan damai dan tenang, memberikan kebahagiaan kepada siapapun yang dapat menikmatinya. Keharmonisan tersebut seolah mengingatkan kita untuk bijak dalam mengelola tanah yang kita berpijak di atasnya, langit yang kita hidup di bawahnya.
Memahami perbedaan budaya membuat saya bersyukur sebagai seorang muslim. Betapa kehidupan sebagai seorang muslim menghindarkan saya dari kekhawatiran dan keresahan yang tidak perlu. Melihat bagaimana pusat hiburan di Bali, saya bersyukur bahwa Islam telah menutup segala pencarian dan kekhawatiran agar tidak berujung pada hal yang buruk. Alhamdulillah.. Entahlah, entah bagaimana hubungannya perjalanan ke Bali justru membuat saya semakin bersyukur karena saya seorang muslim. Terlalu banyak hal di kepala ini yang sulit untuk diterjemahkan dalam kata-kata.
Alhamdulillah.. Perjalanan ini bagi saya merupakan salah satu perjalanan terbaik karena telah memberikan banyak pelajaran yang membuat diri ini menjadi lebih bijaksana. Alhamdulillah.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s